Penyaluran KUR Dinilai Belum Merata kepada UKM

Radarnasional.com, Jakarta – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum merata kepada pelaku usaha kecil menengah. Perhatian pemerintah ke sektor sosial masih kurang. Pemerintah lebih memperhatikan infrastruktur. Untuk mensejahterakan rakyat, tidak hanya lewat infrastruktur, tapi juga lewat sektor sosial seperti KUR ini.

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan hal itu kepada Parlementaria di ruang kerjanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1/2018). Perhatian pemerintah memang terpecah ke sektor infrastruktur untuk membangaun kesejahteraan masyarakat. KUR jadi kurang mendapat perhatian maksimal.

“Konsentrasi pemerintah sekarang ini pada infrastruktur. Untuk isu-isu sosial kurang perhatian. Kita harapkan pemerintah memberi jalan yang baik agar kehidupan masyarakat menengah ke bawah bisa membaik,” katanya.

Seperti diketahui, bantuan KUR dari pemerintah selama 2017 hanya mencapai Rp 96,71 triliun (87,9%) dari alokasi yang ditargetkan sebesar Rp 110 triliun. Dan 58 persennya disalurkan ke sektor perdagangan bukan sektor padat karya seperti pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

“KUR ini bantuan pembinaan wiraswasta supaya pelaku entrepreneur bisa tumbuh pesat. Banyak kendala mengapa serapan KUR belum optimal, misalnya aspek administrasi dan aspek legalitas,” sebut Agus.

Agus mengimbau, agar penerima KUR betul-betul tepat sasaran, yaitu mereka para pelaku ekonomi menengah kecil. Kelompok ini betul-betul membutuhkan sentuhan KUR. Jangan sampai KUR salah sasaran kepada pelaku usaha yang sudah bankable.

“KUR hanya untuk entrepreneur muda dan kecil yang sangat membutuhkan informasi dan keuangan. Jadi penyalurannya harus betul-betul efektif dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Agus. (nwi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *