Seskab : Terapkan Prinsip Kecepatan, Ketepatan, dan Kemanfaatan

Radarnasional.com, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) DIPA Tahun Anggaran 2018, di Ruang Rapat Sekretaris Kabinet, Lantai 2 Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (8/1/2018) pagi.

DIPA dan POK DIPA ini akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan pengeluaran negara dan pencairan dana tentang program-program, kegiatan, jenis belanja di Sekretariat Kabinet.

Seskab meminta agar dalam penggunaan anggaran tahun 2018 yang berjumlah Rp230 miliar, unit-unit kerja di jajaran Sekretariat Kabinet dapat menerapkan prinsip kecepatan, ketepatan, dan kemanfaatan untuk mencapai performance yang semakin baik.

“Tahun 2017, angka kita sudah 89,4 persen. Saya ingin mudah-mudah di tahun 2018 ini kita bisa di atas 90 persen. Karena kalau di atas 90 persen, maka grade Setkab juga akan naik,” kata Seskab.

Pada pertemuan terakhir dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), lanjut Pramono, harusnya nilai Sekretariat Kabinet bisa naik, karena transparansi dan sebagainya.

“Harapan saya untuk performance kita ini di tahun 2018 mudah-mudahan bisa 93-94 persen. Kalau itu terjadi, maka performance kita cukup baik,” ucap Seskab.

Meskipun tahun 2018 ini merupakan tahun politik, Seskab Pramono Anung mengingatkan, bahwa unit-unit kerja di Sekretariat Kabinet harus tetap bisa memberikan support maksimal bagi aktivitas Presiden maupun Wakil Presiden.

Lebih Baik

Pada awal sambutannya Seskab Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas capaian realisasi APBN Setkab di tahun 2017 yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara secara keseluruhan, menurut Seskab, tahun 2017 adalah performance APBN terbaik pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mengutip Menteri Keuangan, Seskab menyebutkan, pendapatan negara pada tahun anggaran 2017 kurang lebih Rp1.658 triliun, kurang lebih 95,6 persen dari APBN-P Tahun 2017. Sedangkan belanja turun menjadi Rp1.983,7 triliun, 93 persen dari APBN-P Tahun 2017.

“Maka defisit kita baru pertama kali bisa 2,41 persen dari PDB, angka ini sangat baik sekali sehingga keseimbangan primer kita juga menjadi turun Rp108,2 tiriliun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp178 triliun,” kata Seskab.

Seskab ingin momentum yang baik ini bisa dijaga oleh seluruh jararan Sekretariat Kabinet dalam menjalankan tugas-tugas manajerial kabinet.

“Tugas Setkab adalah manajemen kabinet sehingga kita mendorong kalau ada hal-hal yang tersumbat, termasuk sekarang ini sudah ada Inpres No. 7 Tahun 2017 dimana memberikan kewenangan koordinasi Menko dengan Sekretariat Kabinet, hal yang berkaitan dengan kementerian/lembaga yang ada,” ujar Seskab.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakil Seskab Ratih Nurdiati, Staf Khusus Presiden Diaz Hendroprijono, Staf Khusus Wakil Presiden Prof. Dr. Satya Arinanto, SH. MH, Deputi Bidang Administrasi Farid Utomo, Deputi Bidang Polhukam Fadlansyah Lubis, Deputi Bidang Perekonomian Agustina Murbaningsih, Deputi Bidang Kemaritiman Satya Bhakti Parikesit, Deputi Bidang PMK Surat Indijarso, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono, Staf Ahli Bidang Komunikasi Wasit Saronto, dan Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Raso. (nwi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *