Diplomasi Kelapa Sawit Indonesia Perlu Narasi Tunggal

Radarnasional.com, Bogor – Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyelenggarakan Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) berjudul “Strategi Menghadapi Kampanye Negatif Sawit Indonesia di Eropa dan Amerika”, di Bogor, Kamis (20/7/2017).

Penyelenggaraan FKKLN ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia di luar negeri, khususnya Amerika dan Eropa, terutama dengan dikeluarkannya Resolusi Uni Eropa atas Minyak Kelapa Sawit dan Deforestasi pada April 2017.

Dari hasil beberapa kajian dan diskusi sebelumnya diidentifikasi isu-isu yang digunakan pihak Amerika dan Eropa dalam menghambat ekspor kelapa sawit Indonesia, antara lain adalah isu deforestasi dan lingkungan hidup, kesehatan, dan HAM (pekerja anak dan perempuan).

Dari hasil diskusi pada FKKLN ini, para narasumber menyepakati sejumlah strategi untuk diterapkan Pemerintah Indonesia dalam menghadapi kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia.

Diantara gagasan yang muncul adalah perlunya narasi tunggal bagi Perwakilan Indonesia di luar negeri serta lebih mengoptimalkan kerja sama riset antar lembaga penelitian di Indonesia dan negara mitra di kawasan Amerika dan Eropa, serta melibatkan semua stakeholders dalam riset.

Diskusi menghadirkan 8 narasumber, yakni Mahendra Siregar, BEc., SE., M.Ec., Direktur Eksekutif Council of Palm Oil Producing Countries – CPOPC (Mantan Kepala BKPM); Ridwan Hassan, Staf Ahli Menteri Luar Negeri untuk bidang Diplomasi Ekonomi; Dr. Siswo Pramono, Kepala BPPK Kementerian Luar Negeri; dr. Siswanto, Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan; Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Kementerian Ketenagakerjaan, Ir. Amri, MM; Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif GAPKI; Dr. Surya Tarigan, Peneliti Senior anggota CRC909 Institut Pertanian Bogor (IPB); serta Ir. Galih Surti Solihin, dari Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Diskusi berlangsung terbatas dan dihadiri oleh peserta dari berbagai kementerian/lembaga terkait, termasuk dari kalangan akademisi dan anggota asosiasi/swasta.(nwi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *