BN : Ada yang Keluarkan Triliunan Agar Chaos

Radarnasional.com, Megamendung – tua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ust. Bachtiar Nasir, memotivasi 600-an umat Islam yang melaksanakan Muktamar XIX Al Ittihadiyah di Hotel Puri Avia, Jalan Raya Puncak, Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (29/11/2016). Ia hadir didaulat sebagai narasumber dalam seminar nasional kepemimpinan nasional.

Terkait aksi umat Islam yang akan kembali digelar pada 2 Desember 2016 nanti, Ust. Bachtiar Nasir mengatakan bahwa hal ibarat air bah. “Inilah sebetulnya air bah, yang saran saya kepada negara jangan pernah dibendung. Yang terbaik adalah memberikan saluran kepada air bah. Semakin dibendung ini akan jadi people power, akan membahayakan bagi negara. Dan alhamdulillah Kapolri, setelah negosiasi, mencabut larangan itu,” katanya.

Ust. Bachtiar Nasir mengemukakan, saat ini umat Islam dari Ciamis banyak yang rela akan berjalan kaki untuk ikut dalam aksi damai jilid II menuju Jakarta. “Tanggal 2 Desember 2016 adalah apel gabungan umat Islam seluruh Indonesia. Ini yang ditakutkan banyak pihak. Bahkan umat Islam sudah banyak yang menulis surat wasiat. Jumlahnya bakal dua kali lipat dari 4 November lalu akibat dilarang-larang. Ini adalah gelombang Al Maidah 51,” ungkapnya.
Ia pun lantas mengungkapkan perihal duetnya dengan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. “Duet saya dengan Habib Rizieq diminta oleh para panglima di daerah.

Karena pola PFI selama ini belum bisa diterima oleh sebagian masyarakat akibat framming media. Sebetulnya kalau pun tanpa Bachtiar Nasir maupun Habib Riziq aksi juga pasti terjadi. Maka kami berupaya melokalisir umat,” akunya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak yang memancing di air keruh. “Kami tahu ada kalangan yang ingin chaos. Bahkan sampai berani mengeluarkan triliunan rupiah agar chaos. Mengadu domba umat Islam dengan Polri. Tapi umat tak terpancing. Makanya ketika Habib Rizieq bersalaman dengan Kapolri ada pihak yang marah. Yang kami kuatirkan justru penyusup di negara. Bukan di rakyat. Akan kami kejar pelakunya. Kami umat Islam tak ingin makar atau kudeta. Itu bukan jargon kita,” tandasnya.

Terkait kepemimpinan, kata Ust. Bactiar Nasir, seminar nasional yang digelar Al Ittihadiyah bertujuan bagaimana caranya melahirkan pemimpin muslim yang diharapkan, khususnya di Indonesia. “Kehadiran saya untuk memberikan sedikit motivasi saja,” ujarnya.

Menurutnya, umat Islam jangan memilih pemimpin yang tak kenal umatnya. “Ati’ulloha waatiurrosul waulli amri minkum”. Umat harus taat pada ulama dulu. Maka ulama harus punya law enforcement. Agar kepemimpinan Islam kuat maka harus taat dan terikat pada fatwa ulama MUI. Jangan pilih pemimpin yang tak kenal umat. Saya tak peduli siapapun yang menang di Pilkada DKI. Aqidah adalah nomor satu. Kesukuan nomor 13,” tukasnya. (cep)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *