Gali Nilai Luhur Budaya, PEPADI Gelar Festival Dalang Bocah.

Gali Nilai Luhur Budaya, PEPADI Gelar Festival Dalang Bocah

Radarnasional.com, Jakarta – Indonesia sudah terkenal sejak dulu kaya akan keragaman budaya, baik kesenian, lagu daerah maupun kuliner. Halnya dengan Wayang yang kini telah diakui dunia dan melalui UNESCO telah ditetapkan sebagai karya agung warisan budaya Indonesia.

UNESCO juga menetapkan Wayang sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpieces of the oral and intangible Heritage of Humanity) karena nilai-nilai dalam wayang mewarnai karakter bangsa Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Pusat, Kondang Sutrisno mengatakan, pencerahan anak bangsa terhadap pentingnya karakter Indonesia melalui pendidikan budi pekerti sangatlah penting.

“Maka dengan nilai-nilai wayang diharapkan akan menjadi sarana pendidikan budi pekerti anak bangsa dalam mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain,” jelasnya kepada Wartawan, Kamis (17/11/2016)

Begitupun dengan disekenggarakanya Festival Dalang Bocah tujuannya, untuk merangsang dalang sejak dini untuk belajar mendalang agar regenerasi dalang tetap ada, juga sebagai ajang silahturahmi antar dalang bocah se-Indonesia untuk memupuk persaudaraan dan kemampuan mendalang.

“Selain itu, Festival Dalang Bocah juga bertujuan untuk menjaring bibit-bibit generasi penerus dalang di masa depan serta sarana sosialisasi kepada anak-anak terhadap wayang. Sedang Festival Dalang Muda tujuannya sebagai ajang kompetensi, antar dalang muda seluruh Indonesia dari berbagai jenis dan gagrag wayang,” ungkapnya.

Menurutnya, menghadirkan wayang ditengah masyarakat, selain sebagai seni hiburan popular, juga diharapkan bisa tertanam nilai-nilai luhur dalam wayang. Karena watang ikut andil dalam membentuk karakter bangsa. Sehingga generasi mendatang bisa menjadi manusia seutuhnya.

Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda dilaksanakan rencabanya akan digelar pada tanggal 17-20 November 2016 di Museum Seni Rupa dan Keramik serta di Museum Wayang Jakarta Kota. Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda juga diikuti oleh 11 Provinsi dengan jumlah peserta 51 orang yang terdiri dari peserta FDB 28 anak dan FDM 23 orang.

“Festival kali ini mengusung Kebhinekaan wayang Indonesia. Karena hampir semua jenis dan gagrak wayang jarang di festivalkan. Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda ini dikuti oleh peserta mulai dari tingkat SD hingga SMP dan Dalang Muda usia 20-30 tahun,” jelasnya.

Menurutnya, mempelajari wayang sangat bagus untuk perkembangan otak kanan anak. Mengenal seni wayang sama seperti belajar mengendalikan emosi. Bagaimana seorang anak harus sabar menghafalkan nama tokoh, nama tempat dan alur ceritanya.

“Ini tentu tidak mudah karena perlu kesabaran ekstra untuk mempelajari ilmu dan budaya yang tidak mudah ditemukan di layar kaca atau gadget. Namun, menjadi dalang ternyata membawa dampak luar biasa pada prestasi sekolah dan sopan santun anak pada orangtua dan masyarakar sekitar,” ujarnya.

Dalam Festival itu, jenis wayang yang digelar adalah Wayang Kulit Purwa; Gagrak Surakarta, Yogyakarta, Jawa Timuran, wayang Banyumasan, wayang kulit Cirebonan, wayang Menak Sasak, wayang golek Purwa, wayang kulit Indramayu, wayang Banjar, dan wayang kulit Betawi.

Tahun ini Festival Dalang Bocah memasuki tahun ke-7 sedangkan Festival Dalang Muda masuk tahun ke-4. Agenda tahunan PEPADI ini diselenggarakan setahun sekali sejak 2008. Banyaknya peserta yang mengikuti festival ini menandakan pertumbuhan dan regenerasi dalang cukup menggembirakan.

“Ayoo, jika kita peduli pada kelangsungan budaya Indonesia, jika ingin menumbuhkan nilai-nilai kebaikan anak, tuntun mereka untuk mengenal, mempelajari dan mencintai wayang. Mencintai wayang bukan berarti harus menjadi dalang, kan?,” pungkasnya. (kki)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *