Peran Mahasiswa Manajemen Pendidikan Dalam Memaknai Hari Pahlawan

Radarnasional.com, Tangerang – Peringatan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2016 menjadi komitmen bersama para mahasiswa dari berbagai wilayah nusantara yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Manajemen/Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI). Peringatan ini dijadikan momen untuk merefleksikan jurusan Manajemen Pendidikan dalam membangun pendidikan Indonesia.

“Para mahasiswa IMMAPSI memiliki tekad dan harapan yang mampu menciptakan hal besar dan dapat dirasakan manfaatnya sehingga dikenang sebagai Pahlawan Pendidikan,” ungkap Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Jakarta Prof. Dr. Husni Rahim, saat memberi materi Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Meunasah Fatahillah, Tangerang, Rabu (9/11/2016).

Husni berpendapat bahwa tantangan terbesar saat ini adalah persoalan mutu pendidikan. Sebagai prodi yang menyiapkan ‘calon dokter’. Prodi ini perlu menyiapkan tempat praktek bagi mahasiswa berupa ‘Bengkel Sekolah’ atau sekolah yang kurang baik manajemennya. “Dengan menciptakan sekolah sehat maka secara tidak langsung prodi MP/AP dapat dikenang sebagai pahlawan pendidikan”.

Pada kesempatan yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Praktisi Pendidikan Budi Kurniawan. Menurutnya Jurusan Manajemen Pendidikan memiliki bergain yang tinggi. Hal ini berdasarkan pengalamannya di lapangan. “Banyak sekali tawaran untuk menjadi kepala sekolah yang khusus berasal dari jurusan Manajemen Pendidikan. Artinya jurusan ini tidak bisa di pandang sebelah mata,” tuturnya.

Selain itu Budi menambahkan, peminat jurusan Manajemen Pendidikan untuk jenjang Magister dan Doktoral kian membeludak. Hal ini dikarenakan peran sekaligus tugas Manajemen Pendidikan terhadap rencana strategis dari Kemendikbud dan persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Kita sebagai mahasiswa Manajemen Pendidikan harus menyiapkan diri untuk berkompetisi dengan tenaga kependidikan dari luar,” pesan Budi.

Budi juga mendukung adanya wacana terkait kebijakan yang mengatur tentang pengangkatan kepala sekolah. Pasalnya, apabila kebijakan ini benar-benar terealisasi maka Jurusan Manajemen Pendidikan akan mendapatkan jalur yang jelas untuk menjadi tenaga kependidikan yang profesional.

Kebijakan tersebut diantaranya, kepala sekolah tidak lagi memiliki kewajiban mengajar. Selain itu untuk menjadi kepala sekolah tidak perlu mengajar selama lima tahun. Selama ini tenaga kependidikan termasuk kepala sekolah mayoritas berasal dari lulusan selain Manajemen Pendidikan. (hmd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *