Tingkatkan Keberanian Berwirausaha, Seminar Nasional dan Kewirausahaan Digelar

Radarnasional.com, Tangerang – Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan (HMJ-MP) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar seminar nasional pendidikan bertema Pendidikan Mandiri dengan Berwirausaha Tanpa Rasa Takut di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta pada Rabu, 2/11/ 2016.

Seminar ini diselenggarakan untuk mengawali momen perhelatan yang bertajuk MP Expo 2016. Kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan pelajar tingkat SMA se-Jabodetabek serta mahasiswa meramaikan seminar. Pada kesempatan ini mereka mendapatkan materi dan wawasan kewirausahaan dari sejumlah tokoh yang telah berkecimpung di bidang tersebut seperti penulis buku populer Man Jadda Wa Jadaa Akbar Zainudin, pengusaha muda Aris Muftie, Trainer Edu-preneur Dedi Dwitagama, dan CEO MNC Hary Tanoesoedibjo.

Wakil Dekan Bidang Akademik UIN Jakarta Muhammad Zuhdi dalam sambutannya mengatakan bahwa semangat kewirausahan harus benar-benar ditumbuhkan dan ditempa agar muncul kreativitas dan inovasi yang dapat memanfaatkan pasar nasional. “Kita punya market besar sehingga diharapkan kita dapat memanfaatkan untuk kepentingan kita sendiri”, ungkapnya.

Zuhdi menambahkan bahwa besarnya pasar nasional disebabkan oleh faktor bonus demografi. Kondisi seperti ini menjadikan Indonesia menjadi incaran negara-negara maju. Agar SDM terhindar dari ketertinggalan dan keterbelakangan maka tidak bisa hanya mengandalkan jalur formal saja melainkan dengan keberanian berwirausaha.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta, Yusron Razak. Menurutnya Indonesia masih kekurangan wirausahawan. Dari total penduduk Indonesia, jumlah wirausahawan hanya berkisar kurang dari 2%. Padahal persentase minimal jumlah penduduk yang berwirausaha pada suatu negara yaitu 5%. “Oleh sebab itu kegiatan pendidikan dan kewirausahaan ini harus terus digalakkan di dunia pendidikan,” tegasnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Rhomadhon mengatakan kolaborasi antara pendidikan dan kewirausahan sangat mungkin untuk dilakukan. Selama ini pengembangan dunia pendidikan hanya bergantung pada dana dari pemerintah. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para praktisi pendidikan dapat berani melakukan kegiatan wirausaha”. (hmd)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *