Pernah Tidak Jujur dalam Hal Kewarganegaraan, Aparat Diminta Usut Motivasi Arcandra

Radarnasional.com, Jakarta – Aparat hukum, termasuk Jaksa Agung dan Kapolri dipandang perlu untuk mengusut apakah ada motif politik dibalik jebakan yang membuat Presiden Jokowi salah mengangkat seorang Menteri, tanpa meneliti apakah Archandra berkewarganegaraan Indonesia atau Amerika atau kedua-duanya.

“Hal ini penting untuk menjadi perhatian, karena saat ini muncul gerakan Arcandra Tahar come back. Ada apa ini, orang yang diberhentikan oleh presiden karena melanggar UU kok kini digadang-gadang lagi,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus di Jakarta, Senin (12/9/2016).

Menurut Petrus, Jokowi dapat memerintahkan Jaksa Agung atau Kapolri untuk meneliti soal kemungkinan motif politik dibalik jebakan ini.

“Termasuk melakukan pengusutan soal mengapa Arcandra Tahar tidak jujur dalam menjelaskan persoalan kewarganegaraan ketika diminta menjadi Menteri ESDM,” kata Petrus.

Perlu diteliti dengan seksama, apakah lolosnya Arcandra Tahar dengan dwi kewarganegaraannya diangkat menjadi Menteri ESDM dianggap sebagai bagian dari kehebatan Arcandra dalam bidang ilmunya atau ini soal apa.

“Kita harus bantu Presiden Jokowi, tidak boleh beliau terjebak dua kali dalam kesalahan yang sama, yaitu menutupi sebuah kesalahan dengan membuat kesalahan baru, yaitu mengangkat kembali Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM,” katanya.

Petrus juga heran, begitu mudahnya seseorang Warga Negara Indonesia yang terbukti memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Amerika, diangkat jadi Menteri ESDM, diberhentikan karena terbukti berkewarganegaraan ganda, lantas hanya dalam waktu singkat mau diangkat kembali untuk jabatan dan pos yang sama.

“Ini akan menjadi sebuah anomali dalam praktek ketatanegaraan dan sekaligus sebuah administrasi ketatanegaraan yang buruk,” katanya. (vin)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *