Tiongkok Minta Barter Buronan BLBI Dengan Dua Tahanan Uighur

Jakarta – Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Pemerintah Tiongkok meminta pertukaran tahanan antara buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono dengan dua warga Uighur yang ditahan kepolisian Indonesia karena kasus terorisme.

Luhut menegaskan, permintaan tersebut memang ada namun pemerintah menolaknya. Sebab, menurut Luhut tak ada dalam perjanjian hukum manapun yang bisa menukar tahanan. “Ada (permintaan). Tapi kalau Uighur kami akan bicara sendiri karena legal case-nya berbeda dan bisa jadi rancu,” kata Menteri Hukum, Politik, dan Keamanan, Luhut di kantor Kemenko Polhukam, Kamis (21/4/2016).

Luhut mengatakan saat ini Jaksa Agung HM Prasetyo sedang berusaha membawa Samadikun ke Indonesia. Jaksa Agung bersama Badan Intelejen Negara sedang melakukan pemulangan Samadikun. lebih lanjut ia berharap Samadikun bisa segera dibawa pulang ke Indonesia.

“Kalau mereka kembali kita buka tangan, tapi kalau tidak kita kejar terus.” ujar Luhut.

seperti diketahui, Samadikun merupakan terpidana kasus BLBI. Dia tidak dapat dieksekusi badan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1696 K/Pid/2002 pada 28 Mei 2003 karena melarikan diri.

Sementara itu, Dua warga Tiongkok etnik Uighur yang ditahan Polri diduga merupakan calon pelaku bom bunuh diri yang akan meledakkan kantor instansi pemerintah pada 23 Desember 2015 lalu di Bekasi, Jawa Barat.

Polisi menduga AH dan AL adalah anggota atau simpatisan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Hal itu didasarkan pada temuan dokumen di kediaman AH yang berisi nama orang-orang yang diduga direkrut oleh ISIS.(rez)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *