Camel Apresiasi Gesitnya BIN Tangkap Buronan Korupsi

Jakarta – Ketua Umum Srikandi PKPI Camelia Panduwinata Lubis atau biasa di sapa Camel Petir mengapresiasi Badan Intelejen Negara (BIN) yang telah berhasil menangkap buronan dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Samadikun Hartono di China. BIN dalam operasi bekerja sama dengan pemerintah China.

Camel berharap, ditangkapnya mantan komisaris utama Bank Modern itu akan diikuti dengan pemulangan aset milik negara yang dirugikannya. Menurut Camel, penangkapan itu terjadi karena adanya kerja BIN yang diperluas, dan di China sendiri, seorang buronan hidupnya tak nyaman.

Pasalnya, mereka selalu diperas oleh para mafia yang sudah mengetahui status buron dari negara asalnya. “Sekarang karena kepemimpinan BIN diperluas dan di pegang Bang Yos. Menjadikan buronan di China tidak nyaman karena diperas mafia sana karena tau bahwa mereka buronan juga,” ungkap politisi PKPI ini, Jumat (22/4), seperti dikutip Radarpolitik.com.

Untuk diketahui, buronan BLBI Samadikun Hartono sejak tahun 2003 memiliki utang Rp 169,4 miliar dan sudah divonis 4 tahun penjara. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menyatakan sampai sekarang pihaknya masih memburu 28 orang buronan terpidana korupsi. Baru-baru ini BIN berhasil menangkap tiga buronan kasus korupsi yang melarikan diri ke luar negeri, termasuk terkait kasus BLBI dan Bank Century.

Ia mengingatkan mereka dipersilakan untuk bersembunyi di mana saja, tetapi Sutiyoso menegaskan bakal lebih terhormat jika mereka menyerahkan diri. Dikatakan, pengembalian dan pencarian terpidana korupsi sudah menjadi kebijakan pemerintah. “Ini bukan sekadar uang negara kembali, tapi utamanya mengembalikan kewibawaan pemerintah,” jelasnya.

Para koruptor yang melarikan diri dinilai telah melecehkan hukum karena telah diadili, divonis, kemudian sudah memiliki kekuatan hukum atau inkrah, lalu melarikan diri. Sampai sekarang, BIN berhasil menangkap buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia  BLBI Samadikun Hartono di Shanghai, dan mantan Bupati Temanggun Totok Aria Prabowo yang ditangkap di Kamboja.

Saat ini tim pemburu koruptor juga telah menangkap buronan koruptor perkara Bank Century yang merugikan negara Rp 3,11 triliun, Hartawan Aluwi, di Singapura. Seperti diketahui, Tim pemburu koruptor telah menangkap buronan koruptor perkara Bank Century yang merugikan negara Rp3,11 triliun, Hartawan Aluwi, di Singapura, Kamis malam (21/4). “Hartawan Aluwi ditangkap oleh BIN,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo usai pemulangan buronan koruptor BLBI Samadikun Hartono di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Hartawan sejak berstatus tersangka kabur ke luar negeri dan keberadaanya diketahui di Singapura. Dalam kasus Bank Century, selain Hartawan Aluwi masih ada tersangka lainnya, seperti kakak beradik Robert Tantular dan Anton Tantular serta Theresia Dewi Tantular, Rafat Ali Rizvi, Hasem Al Warraq, Hendro Wiyanto.

Namun, yang dijebloskan ke penjara dalam kasus ini baru Robert Tantular.
Rekening PT Antaboga Delta sekuritas yang dipimpin oleh Hartawan telah beberapa kali dijadikan tempat penampungan setoran uang yang dikirim oleh Robert. Menurutnya, Hartawan setelah dinyatakan tersangka melarikan diri ke Singapura pada sekitar tahun 2010 atau 2011. (drw/rdp)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *