Maju Jadi Kandidat, Kesantunan Bikin Kepincut PKB di Pilkada 2017

Cilacap – Bursa calon Bupati dan Wakil Bupati Cilacap terus menghangat, seiring akan dimulainya tahapan proses pemilihan kepala daerah Februari 2017 mendatang. Hadirnya Ketua GP Ansor Cilacap Libanun Muzazid yang ikut mendaftar ke DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menambah segar kekuatan politik di Kabupaten Cilacap.

Munculnya Libanun sebagai tokoh yang tidak diprediksi sebelumnya akan tetapi memiliki kans bakal memenangi pertarungan pilkada semakin seru dan menambah panjang daftar pilihan untuk masyarakat. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap ini kemarin Kamis (21/4) secara resmi telah mendaftar sebagai calon Wakil Bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pendaftaran dan pengambilan formulir itu setelah PKB membuka pendaftaran penjaringan calon bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2017 mendatang. Libanun juga mengaku sangat serius untuk ikut bersaing mendapatkan tiket sebagai salah satu kandidat bupati maupun wakil bupati di PKB.

Dikatakannya, meski pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati  baru dibuka PKB sepekan kemarin. Dengan keseriusannya mengambil formulir dan mengikuti proses penjaringan di internal PKB. Libanun merasa yakin Inyernal PKB akan memahami dirinya sebagai kader.

“Kami sudah mengambil formulirnya dan segera akan saya kembalikan. Sebab kami benar-benar serius. Sebagai kader kami akan mengikuti seluruh proses. Dan apapun keputusan akhirnya kami akan ikuti,” ungkap Libanun kepada Fokuscilacap.com, Jumat (22/4).

Dalam pendaftrannya ke PKB  Libanun menyampaikan visi misinya. Bahwa dia akan menggenjot pembangunan di Cilacap untuk melakukan pembangunan di Cilacap antara pemekaran Cilacap Barat yang sudah masuk DOB dan Kabupaten Cilacap membutuhkan proses yang panjang dan tidak ada yang bisa langsung mengubahnya.

“Semua proses bisa terjadi, prosesnya masih panjang tidak ada yang lebih kuat dan siap, mau saya, mau incumbent, mau partai juga belum ada yang siap. Kita perlu ngobrol menyatakan visi dan persepsi bagaimana melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Libanun mengatakan saat ini proses pembangunan di Cilacap tidak terlalu signifikan, bahkan tergolong lambat. “Untuk itu program utama jelas berbasis pada lingkungan masyarakat. Karena selama ini pembangunan di Cilacap selalu tertunda jadi harus segera terwujud, apalagi rakyat juga sudah menunggu dan rindu dengan pembangunan yang signifikan di Cilacap,” paparnya.

Ketika disinggung masalah internal partai yang menaunginya, Libanun meyakini itu tidak akan menghalanginya untuk mengikuti Pilkada  2017. Dia yakin masih bisa maju di Pilkada meski PKB banyak yang mendaftarkan diri. “KPU tidak menghalangi parpol untuk ikut dalam Pilkada. Kami (PKB)  tetap akan mendukung siapapun yang jadi pilihannya, agar tidak ada keresahan bagi konstituen PKB,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Tanfidz PAC PKB Kroya KH Abdul Kholik menyambut gembira pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Sebab dengan cara itu mekanisme partai akan tetap jalan. “Soal hasilnya nanti, yang penting proses pendidikan politik di PKB harus berjalan. dan siapapun berhak untuk mendaftar. Kan ada proses penilaian dari DPW dan DPP,” kata dia

Menanggapi pendaftaran Libanun ke PKB, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz malah ikut mengapresiasi langkah Libanun yang menolak maju dan dicalonkan oleh partai lain dalam Pilkada Cilacap 2017 mendatang. Menurut Masykurudin, setidaknya ada empat hal yang patut dicontoh dari keputusan Ketua GP Ansor Cilacap tersebut.

Pertama kata Masykurudin, pria yang kerap disapa Banun itu menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan semua tahapan pendaftaran melalui mekanisme partai. Sipatnya yang santun,  elegant dan hormat pada senior dan kesepuhan serta tidak ambisius ataupun meledak-ledak dalam berpolitik adalah modal libanun sebagai ciri khas kesatria yang akan mampu menampar semua kandidat pilkada Cilacap 2017 dengan arogansinya.

“Libanun Muzazid telah memberikan contoh bagaimana mematuhi peraturan partai, meski dia adalah Wakil Ketua DPC PKB Cilacap dan mantan Anggota DPRD Cilacap. Dia tetap santun, bahkan sebelum ambil formulir Banun sudah sowan kepada KH. Hasbulloh Badawi yang merupakan tokoh ulama besar di Cilacap. Libanun tetap minta restu,”  kata Masykur.

Kedua kata Masykurudin, Libanun telah memenuhi tanggung jawab‎ janji pada saat kampanye pencalegan 2014 lalu yakni visi, misi dan program yang harus dituntaskan ketika dia terpipilih nanti menjadi pemimpin Cilacap. Menurutnya, Libanun memberikan contoh bagaimana janji kampanye tidak hanya digunakan untuk menggaet suara pemilih tetapi juga menjadikannya sebagai kontrak sosial yang harus dipertanggungjawabkan.

Contoh ketiga kata Masykurudin, yakni Libanun Muzazid memberikan contoh bagaimana mewujudkan keinginan warga lokal untuk dipimpin oleh orang yang berkualitas dan mempunyai kedekatan dengan masyarakat. “Orang lokal pilih lokal, sesuai dengan tujuan Pilkada di mana putra potensial daerah dapat mengembangkan daerahnya, seperti Pemekaran Cilacap Barat yang sudah di tinggalkan Ketua Presedium Bambang Suharto yang ikut penjaringan di Partai Gerindra. Hal itu menjadi penguatan masyarakat dan kedekatan dengan pemilih, asal tetap menujukan komitmennya dalam memmbangun Cilacap Barat,” jelasnya.

Karena menurut Maskur, dalam banyak pengalaman Pilkada, seringkali aspirasi masyarakat pemilih atau anggota partai politik dikalahkan oleh kepentingan elit dan hal itu bisa dilihat, bagaimana cita-cita awal pemekaran Cilacap Barat yang di tunggangi kepentingan Politik. Terakhir, Libanun juga menunjukan sikap dirinya bukan kutu loncat. Meskipun diakuinya, banyak partai politik berencana mengusungnya dan hasil survei paling mengunggulkannya.

Menurutnya, Libanun tetap berpikir jernih dan memandang jauh ke depan dan mengabaikan kepentingan jangka pendek dan aji mumpung belaka. “Meskipun UU tidak melarang seseorang meninggalkan jabatannya untuk jabatan lainnya, tetap ada tanggung jawab pelayanan publik yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Apalagi alasan dukungan masyarakat mengharuskan Libanun bertarung di Pilkada Cilacap. Antara lain kemampuan, ketokohan, pengalaman, kader internal, dan yang terpenting terbebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) itu yang disukai,” pungkasnya.

Selain Libanun, sebelumnya  H Tatto Suwarto Pamuji sudah mendaftar juga ke PKB sebagai bakal calon Bupati Cilacap pada Pemilukada 2017, ke DPW PKB Jateng, Jumat (15/4). Tatto yang akan maju bertarung dalam Pemilukada mendatang, resmi menyerahkan berkas pendaftaran dan diterima langsung Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Namun demikian sejumlah kalangan menilai, langkah Tatto yang cenderung menganakemaskan PKB bakal melukai PAN yang lebih dahulu meminang sebagai bakal calon bupati beberapa waktu yang lalu. Apalagi secara garis sejarah, menangnya Tatto sebagai bupati pada Pemilukada 2012 silam juga menggunakan kendaraan politik PAN dan Golkar.

Belum lagi ditambah kabar tidak sedap juga sempat menerpa Tietha Ernawati Suwarto, yang merupakan anak dari Tatto Suwarto Pamuji. Politisi wanita tersebut berencana hendak mundur dari keanggotaan DPRD dari Fraksi Amanah Nasional (F-PAN) Cilacap, namun tidak jadi dan Tietha beralasan tidak dapat melangkahi mekanisme partai. (dry/fkc)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *